2011/05/17

Ini Darah Kami... Mana Darah Anda?

Di sini kami mencari kematian, kemenangan hanya di sisi ALLOH.
Saat anda tertidur dalam kehangatan selimut daging-daging manusia Bosnia,
dalam kesejukan atap-atap runtuh Chechnya,
dalam kelembutan kehormatan wanita Afgan,
dalam mimpi indah daratan Palestina,
dalam buaian dongeng rakyat Irak.
Kami merayap mencari mati. Kami tidak ingin tidur. Kami takut dengan
kesenangan dunia, kami takut seperti anda, kelak menjadi tamak. Tamak
pada kesenangan semu, tamak pada kesombongan, tamak pada kebohongan.
Kami haus darah. Darah anda, teriakan kesakitan anda, kekalahan anda,
kerugian anda dan ketakutan anda; semua itu menjadi penghibur kami,
penghibur kesepian kami, pengisi waktu kami. Sebelum kami berjumpa
dengan Robb kami, dengan membawa bendera kemenangan.

Kami yakin Rabb kami penuhi janji, kami yakin Al Qur`an benar adanya,
kami yakin sabda Rasululloh, kami yakin Islam akan selalu berkibar dan
menyebar serta menjadi yang terbenar.

Setiap tetes darah kami di sini, adalah janji syurga dan kemenangan
akhirat semakin mendekat. Setiap peluh keringat kami di sini, adalah
yakin membersihkan tanah Islam yang telah ternajisi tapak-tapak kaki
anda. Pekikan kami adalah lagu-lagu suci, pengagung yang Teragung.

2011/05/16

STRATEGI SETAN

Setan menggunakan strategi gradual (bertingkat) baik isi maupun metode  dakwahnya.  Ibnu Qoyyim  Al-Jauziyah  menyebutkan ada enam tahapan yang dilalui perjalanan dakwah setan.
Tahap pertama
Pengkafiran atau pemusyirikan manusia. Jika yang didakwahi itu dari kalangan muslimin,  maka setan akan melangkah ketahapan dakwah berikutnya.
Tahap kedua
Pembid’ahan.  Yaitu  menjadikan  menusia  sebagai  Ahlul  bid’ah Seandainya  yang  diajak  dari  kalangan  Ahli  Sunnah,  maka dimulailah tahap ketiga.
Tahap ketiga
Pemerangkapan  manusia  dengan  dosa-dosa besar.  Jika  manusia dilindungi oleh Allah dari melakukan dosa-dosa besar, setan tidak putus asa, untuk terus menggoda.
Tahap keempat
Pemerangkapan  manusia  dengan  dosa-dosa  kecil.Jika  manusia selamat dari dosa-dosa kecil setan melangkah ketahap yang lain.
Tahap kelima
Penyibukan manusia dalam masalah-masalah yang mubah (boleh), sehingga  orang  itu  menghabiskan  waktunya  untuk  hal  yang mubah, tidak sibuk dalam hal yang berpahala, yang kita semua diperintahkan untuk mengamalkannya.
Tahap keenam
Penyibukan  manusia  dalam  urusan-urusan  sepele  sehingga  ia tinggalkan persoalan-persoalan yang lebih penting dan yang lebih baik.  Misalnya,  sibuk  dengan  amalan  sunnah,  meninggalkan amalan wajib .
JERAT-JERAT  SETAN  ITU  TIDAK  TERHITUNG  JUMLAHNYA.
Diantaranya:
A. mengadu domba sesama muslim dan buruk sangka
dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori Rasulullah bersabda : ” Sesungguhnya iblis telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang sholeh, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka.”
Yakni  setan  menyebarkan  permusuhan,  kebencian dan  fitnah  di antara mereka.
Buruk  sangka  itu  biasanya  datangnya  dari  setan,  sebagaimana hadist Shafiyyah binti Huyay [istri Rasulullah] bekata : “Ketika Rasulullah  sedang  beri’tikaf  di  masjid,  saya  mendatanginya  di suatu malam dan bercerita. Kemudia saya pulang diantar beliau. Ada  dua  orang  anshor  berjalan  dan  ketika  keduanya  melihat Rasulullah  mereka  mempercepat  jalannya,  rasululah  berkata: “Pelan-pelanlah.  Dia  itu  Safiyah  binti  Huyay”.  Mereka  berkata: Maha suci Allah , Rasulullah!” Rasulullah bersabda . “Sesungguhnya setan  berjalan  di  tubuh  anak  adam  pada  peredaran  darah,  aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua, sehingga timbul prasangka yang buruk.” (Bukhori 4:240,Muslim 2174-2175)
Setan itu suka mengadu domba antar sesama kita sebagaimana dijelaskan oleh  hadist  yang  diriwayatkan  Sulaiman  bin  Sird,  Ia berkata: “Saya pernah duduk bersama Rasulullah di sana ada dua orang  yang  sedang  saling  mencaci.  Salah  satu  dari  keduanya wajahnya merah dan ototnya mengeras karena marah.”Rasulullah besabda  :  “  Akan  aku  ajarkan  satu  kalimat  yang  dapat menghilangkan  marah  ketika  diucapkan.  Seandainya  dia mengucapkan:  “Aku  berlindung  kepada  Allah  dari  setan  yang terkutuk”, maka hilanglah marahnya.” (Bukhori 10:431)
B. Menghiasi Bid’ah bagi manusia
Setan mendatangi manusia dengan mengatakan bahwa bid’ah itu sesuatu  yang  indah  seraya  mengatakan:  “Sesungguhnya manusia di zaman ini sudah meninggalkan ibadah dan sulit dikembalikan.  Mengapa  kita  tidak  mengerjakan  sebagian peribadahan  lalu  kita  bagus-baguskan  dengan  tambahan dari kita agar manusia mau kembali beribadah?”.  Kadang-kadang  setan  mendatangi  dengan  cara  penambahan  terhadap ibadah  yang  ada  dalam  sunnah  rasulullah.  Lau  berkata, “tambahan kebaikan tentu merupakan kebaikan juga. Maka tambahlah dalam sunnah tersebut suatu bentuk ibadah yang mirip  dengan  sunnah  ,  atau  sandarkan  ibadah  baru  pada sunnah tersebut.”  Sebagian  manusia  lain  didatangi  dengan  bujukan,
“Sesungguhnya manusia sudah jauh dari Dien ini, mengapa tidak  kita  buat  hadist-hadist  yang  dapat  menakut-nakuti mereka  ?”…Maka  orang-orang  mengarang  hadist  palsu  yangndisandarkan  pada  Rasulullah  sambil  berdalih,  “kami  memang berdusta , namun kami bukan berdusta menentang Rasulullah saw melainkan berdusta dalam rangka membela beliau?!”
Mereka  berdusta  membela  Rasulullah  ???!!  Dikaranglah  oleh mereka  hadist  untuk  menakut-nakuti  manusia  dari  neraka, memberikan manusia gambaran dengan cara-cara aneh. Demikian pula mereka menggambarkan surga dengan cara aneh pula!
Kita  menegetahui  bahwa  ibadah  itu  adalah  taufiqiyah,  yaitu mengambilnya dari Rasulullah sebagaimana petunjuk Allah yang datang kepada beliau, tidak  boleh kita tambahi atau kita kurangi.  Kelakuan  yang  mereka  lakukan  itu adalah bid’ah dari karangan setan.
C. Membesar-besarkan satu aspek atas aspek lainnya
Kadang seseorang terjatuh pada banyak dossa-dosa dan maksiat, namun dia tetap sholat sebagai alasan penutup kekurangannya itu. Dia berdalih bahwa shalat itu adalah ‘imaadud-dien (tiang agama), yang  pertama  kali  di  Hisab di  Hari  Perhitungan  (Akhirat),  maka  tidak mengapa dirinya jatuh dalam sebagian maksiat. Dia menjadikan sesuatu yang paling agung, untuk menghalalkan kekurangannya  dalam  ibadah-ibadah  lain.  Dibesar-besarkanya urusan shalat atas lainnya.!
Benar  bahwa  shalat  adalah  ‘imadud-dien,  namun  bukan keseluruhan kandungan Dien ini! Setanlah yang mendatangi orang ini untuk menghalalkan kekuragan dirinya!
Kadang  setangpun  mendatangi  seorang  manusia  lain  untuk mengatakan, “Dien ini adalah muamalah (pergaulan/akhlak yang baik)…. Yang paling penting kamu baik terhadap manusia jangan mendustai  atau  menipu  mereka  walaupun  kamu  tidak  shalat, bukankah Rasulullah bersabda : “Bahwa Dien ini adalah muamlaah ‘?”
Kadang didatanginya seorang lain dengan bujukan , “yang paling penting adalah berniat baik!Asal aku lalui waktu malamku tanpa menyimpan dengki dan kebencian pada manusia, cukuplah sudah .’Akhirnya  orang  tersebut  meninggalkan  banyak  amalan-amalan shaleh, mencukupkan diri dengan niat baik saja! Demikian  pula  dalam  tataran  kelompok  ketika  kamu  lihat segolongan orang berkata: “Hal terpenting adalah kita harus mengenal keadaan riil kaum muslimin  dan  keadaan  musuh-musuh  mereka.  Dengan  demikian hal paling penting adalah masalah-masalah politis. Kita hidup di  zaman  orang-orang  berdasi  dan  berdiplomasi  bukan  di zamannya arab padang pasir”
Demikianlah  pendukung  kelompok  ini  mengetahui  segala  hal tentang Komunisme,  Free  masonry,  bahaiah,  Qadiyaniah,dll.Kemudian  kamu  Tanya  tentang  islam  mereka  tidak paham sedikitpun!
Sebaliknya dari  kelompok  tadi,  ada  kelompok  yang  membesar-besarkan  masalah  peribadatan.  Mereka  berpendapat,  “Hal terpenting adalah hubunganmu kepada Allah, yaitu shalat. Kamupun  harus  zuhud  dan  bertaqwa,  lemparkan  urusan-urusan lain, selain aspek-aspek keruhanianmu!”
Datang pula kelompok lain , yang benar-benar ada dalam medan dakwah islam sekarang , dengan pendapat, “Hal paling penting adalah  menyatukan  barisan  kaum  muslimin.  Allah  Azza wajalla  berfirman  yang  artinya;  “Dan  berpeganglah  kepada  tali (agama)  Allah,  secara  bersama-sama,  dan  janganlah  kalianbercerai-berai.”(Q.S. Ali ‘Imran:103).
Mereka menjadikan persatuan hal paling penting walaupun dibandingkan  masalah  aqidah!  Mereka  berbicara  kepada manusia yang beraqidah meyelisihi aqidah kita, mengklaim bahwa kita  harus  bersatu,  karena  kita  sekarang  berada  di  zaman berkuasanya musuh-musuh atas kita! Memang benar kita harus bersatu, namun persatuan di atas asas-asas, bersatu di atas Dien. Bukan bersatu dalam kekacauan an perbedaan aqidah.
D. Menunda-nunda dan tergesa-gesa
Imam ibnul jauzi dalam buku “Talbis iblis” berkata, “betapa banyak orang  yang bertekad teguh,  dibuat  menanti-nanti”,  yaitu  dibuat berkata “nanti saja” oleh setan. Ibnul Jauzi melanjutkan, “betapa banyak pula yang berusaha untuk berbuat baik dipengaruhi setan untuk menunda-nundanya.”
E. Kesempurnaan semu
Setan  mendatangi  manusia  untuk  menjadikannya  merasa sempurna, dengan berkata “kamu lebih baik dari orang lain. Kamu melakukan shalat, sementara orang lain banyak yang tidak shalat.” Kamu diarahkan setan agar memperhatikan orang-orang yang ada di  bawahmu  dalam  beramal  shaleh,  untuk  mencegahmu  dari beramal  lebih  baik.  Karena  kamu  sudah  melihat dirimu  sebagai manusia paling utama! Padahal  yang  dituntut  dari  kita  adalah  sebaliknya,  yaitu  kamu perhatikan orang yang puasa sunat Senin dan Kamis ketika kamu tidak  melakukannya,  atau  perhatikan  Fulan  yang  melakukan amalan-amalan sunat  ketika  kamu  belum  melakukannya.  Inilah yang dituntut darimu, yaitu melihat orang yang lebih darimu dalam amal shaleh.
F. Tidak menilai diri dan kemampuannya secara tepat
Setan membuat seseorang tergelincir dalam menilai dirinya dengan dua jalan:
1. Pandangan ujub dan menipu diri
Setan  berkata  “Kamu  sudah  mengerjakan  ini  dan  itu,  lihatlah kamu, beramal dan beramal…”. Maka berubahlah orang itu menjadi takabur dan tertipu oleh dirinya, akibatnya dia merendahkan orang lain dan menolak kebenaran. Dia akan menolak pula untuk rujuk dari kesalahnya. Dia akan menolak pula untuk duduk di majelis ilmu untuk belajar dari orang lain.
2. Tawadhu dan memandang diri hina dan rendah:
Di sini setan berkata, “Kamu harus tawadhu. Siapa yang tawadhu karena Allah, niscaya akan di tinggikan-Nya. Kamu tidak sepadan untuk perkara ini! Urusan ini hanya untuk orang berilmu tinggi saja! “, padahal setan bermaksud untuk menjauhkan dirimu dari tugas dakwahmu. Ini dari bab tawadhu, kamu akhirnya merendahkan dirmu samppai derajad dimana kamu merasa tak berguna pada kemampuanmu yang seharusnya kamu tampilkan, karena kita akan ditanya atassegala  kemampuan  dan  kekuatan  kita.  Kamu  harus mengungkapkan  kemampuanmu  tiu  karena  kalau  tidak  kamu gunakan kemampuanmu itu, niscaya kamu akan dihisab atasnya. Ini pada hakekatnya bukan tawadhu, tapi lari dari tanggung jawab, lari  adri  menunaikan  kewajiban.  Akan  tetap  seta  berkata kepadanya, “Tinggalkanlah bidang tiu untuk orang lain yanglebih baik darimu! Dakwah adalah amal yang mulia, amal bagi orang yang jenius yang amat langkadan yang mendalam ilmunya.” Kadang-kadang  setanpun  mendorong  manusia  merendahkan dirinya,dengan  mengacaukan  akalnya  untuk  terus-menerus berpikir,  “Apa  artinya  diri  saya  disbanding  syaikh  ini? Apalah artinya diriku dibandingkan dengan orang alim ini?” Dimandulkan akalnya sehingga tidak berfikir kecuali dengan fikiran Syaikhnya, dan  hanya  menerapkan  perkataan  Syekhnya  semata.  Jadilah Syaikhnya yang paling benar, dan yang lain salah. Mulailah dia mengagungkan manusia dan mengkultuskannya. Padahal  yang  pokok  bagi  kita  mengembalikan  semua  perkara kepada  syari’at  Allah,dan  orang  yang  didepanmu  itu  masih keliru.Karenanya  semua  perkataan  manusia  harus  ditimbang dengan Kalamullah dan sabda RasulNya
7. Tasyik(Menimbulkan keragu-raguan).
Diantara pintu masuk setan adalah membuat ragu dalam masalah niat,  dia  berkata  kepada  manusia,  “Kamu  riya’,  kamu  munafiq, kamu  beramal  karena  manusia”,  supaya  orang  ini meninggalkan amal.  Contohnya,  seseorang  ingin  bersedekah  kemudian dilihat  orang lain, dia berkata dalam hatinya, “Kalau aku bershadaqah terlihat olehnya,  dia  akan  menyangka  kau  riaya’.  Lebih  baik  aku  tidak memberikan shadaqah ini.”
Sesungguhnya memperbaiki niat itu diperintahkan, namun jangan sampai  kita  meninggalkan  amal.  Perbaikan  niat  justru  harus menjadikanmu beramal dan meningkatkannya. Al-Haristsbin Qays . ” Jika setan mendatangimu dalam shalat dan  membisikan  kepada  kamu  bahwa  kamu  riya’, perpanjanglah shalatmu.”
G. Takhwif (Menakut-nakuti)
Setan mempunyai dua metode dalam menakut-nakuti manusia:
1. Menakut-nakuti dari wali-wali setan
Disini setan menakut-nakuti manusia dari tentara dan wali-walinya, yaitu  para  pelaku  maksiat  dan  kejahatan.  Setan  berkata, waspadalah terhadap mereka, mereka punya kekuatan luar biasa.” Dengan ditakut-takuti, orang ini jadi meninggalkan amal.
Padahal  Allah  telah  berfirman  ;  ”Sesungguhnya  itu  tidak  lain hanyalah  setan  yang  menakut-nakuti  dengan  kawan-kawannya,karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetap takulah kepada KU, jika kamu benar-benar orang-orang beriman.” (QS. Ali ‘imran:175).
2. Menakut-nakuti dari kefaqiran
Allah  Ta’ala  berfirman  yang  artinya:  “  Setan  menjanjikan (menakut-nakuti)  kamu  dengan  kefaqiran  dan  menyuruh  kamu berbuat kejahatan..”(QS. Al-Baqarah:268) Setan berkata kepada manusia: ” kalau kamu tinggalkan pekerjaan ini, dimana kamu kan mendapatkan pekerjaan yang lainnya? Kamu akan  menjadi  sangat  faqir.”  Maka  dia  menjadikan  takut  akan kefaqiran. Akhirnya orang itu mengerjakan perbuatan yang haram. Contohnya seorang muslim yang berdagang khamar ditertawakan oleh  setan  karena  sudah  berhasil  menipunya  melalui  pintu  ini. Padahal Allah telah berfirman ; ” dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah , niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan  memberikannya  rezki  dari  arah  yang  tidak  disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq:2-3)
Kita  dapati  para  pemakan  riba’  takut  akan  kefaqiran,  berkata: “Bagaimana aku hidup? Orang-orang sudah pada kaya, aku masih faqir”!!
Kadang-kadang setan pun menghiasi kebatilan pada juru dakwah, sehingga  menghalalkan  yang  haram,  dengan  alasan  untuk kemaslahatan dakwah kamu perlu berdusta! Setan  menghiasi  kebatilan  sebagai  kebenaran  dengan  argumen bahwa perkara ini diperlukan untuk kemaslahatan dakwah.
HAL-HAL YANG MELANCARKAN TUGAS SETAN
  1. Kebodohan
Seorang yang berilmu lebih sulit di goda oleh setan daripada seribu ahli badah
  1. Hawa nafsu, lemah keihlasan, dan lemah keyakinan
Allah  Ta’ala  berfirman  yang  artinya:  “  Iblis  berkata,  Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82- 83).
OBATNYA
1        Iman kepada Allah
Kita  harus  benar-benar  beriman  kepada  Allah  dan  bertawakal kepadanya, sebagaimana firmanNya: “sesungguhnya setan itu tidak  ada  kekuasaannya  atas  orang-orang  beriman  dan orang-orang yang bertawakal hanya kepada Rabb mereka saja.” (QS. An-Nahl:99)
  1. Mencari ilmu syar’I dari sumber-sumbernya yang shahih
Dengan  ilmu  tentang  Al-Qur’an dan  As-Sunnah  seorang hamba akan  dapat  mengenal  batasan-batasan  Allah sehingga  dia  tidak akan tertipu oleh bisikan setan.
3.   Ikhas di jalan Dien ini
Allah  ta’ala  berfirman  yang  artinya:”  Iblis  berkata,  Demi keagunganMu aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shaad:82-83). Dzikir  (ingat)  kepada  Allah  Ta’ala  dan  berlindung  dari godaan setan terkutuk Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Jika kamu ditimpa sesuatu godaan  setan,  maka  berlindunglah  kepada  Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.” (Al-A’raaf:200)
Demikian pula pembacaan Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) dijelaskan dalam hadist keutaman keduanya untuk melindungi kita dan mencegah dari gangguan setan. Begitu pula pembacaan ayat kursyi, karena ayat ini dapat menjaga dari setan.
Wallahu a’lam
Sumber tulisan: Pengkaburan Setan, Maktabah Ummu Salma al-Atsari

Bacalah olehmu wahai saudariku…!!

Tulisan ini saya share ulang dari email yang saya dapat dari salah seorang teman….. Semoga bermanfaat… Amin..
Ini cerita tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku, banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.
Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras: “Mama coba lihat deh, tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga beda beda ama kita kita, malah teman teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om, sering jalan jalan, masih mending Ani, walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan”, bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis , lirih terdengar doanya: “Ya Allah, kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah “.
Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri, (bukan Effendy Khoiri lhoo) (entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.
Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga dijuluki si buta, bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku, dan dia bertanya sama aku: “Kak, memang yang baru pindah itu istrinya buta, bisu dan tuli ? “..hus aku jawab sambil lalu” kalau kamu mau tau datangin aja langsung kerumahnya”.
Eehhh tuuh, anak benar benar datang kerumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah tetanggaku , kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu mejadi pucat pasi….entah apa yang terjadi.?
Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab ..yang panjang, lagi..rok panjang, lengan panjang…aku sendiri jadi bingung….aku tambah bingung campur syukur kepada Allah SWT karena kulihat perubahan yang ajaib.. yah kubilang ajaib karena dia berubah total..tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan…kulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang
biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam, dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku …tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunat nya…dan yang lebih menakjubkan lagi….bila teman ku datang dia menundukkan pandangan…Segala puji bagi Engkau ya Allah SWT jerit hatiku..
Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun). Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah SWT agar Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku: “Dhi,adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya “..Tak dapat kutahan air mata ini…
Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya..diary yang selalu dia tulis, Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah adikku masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar…hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku..perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri…disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :
Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas tetesan airmata ):
Annisa : Aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari), ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.
Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.
Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.
Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT dan bila Allah SWT berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.
Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?
Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.
Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.
Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.
Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?
Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu. Hijab lidah kamu dari berghibah (ghosib) dan kesia siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah SWT. Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat. Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.
Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.
Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.
Istri tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.
Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.
Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini.
Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah SWT murka, belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.
Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah SWT. Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti!!
Sampai disini aku baca diarynya karena kulihat, berhenti dan banyak tetesan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya, Subhanallah, kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan, kemudian kulihat tulisan kecil di bawahnya: buta, tuli dan bisu, wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita yang tidak pernah berbicara ghibah, ghosib dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia tak tahan airmata ini pun jatuh membasahi diary.
Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah SWT menerima Adikku disisinya, Amin , Subhanallah.
Wallahu Ta’ala A’lam

“Aku Belum Berjilbab, Karena…”


1. “Hatiku masih belum mantap untuk berjilbab. Jika hatiku sudah mantap, aku akan segera berjilbab. Lagipula aku masih melaksanakan shalat, puasa dan semua perintah wajib kok..”

Wahai saudariku… Sadarkah engkau, siapa yang memerintahmu untuk mengenakan jilbab? Dia-lah Allah, Rabb-mu, Rabb seluruh manusia, Rabb ala…m semesta. Engkau telah melakukan berbagai perintah Allah yang berpangkal dari iman dan ketaatan, tetapi mengapa engkau beriman kepada sebagian ketetapan-Nya dan ingkar terhadap sebagian yang lain, padahal engkau mengetahui bahwa sumber dari semua perintah itu adalah satu, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala? Seperti shalat dan amalan lain yang senantiasa engkau kerjakan, maka berjilbab pun adalah satu amalan yang seharusnya juga engkau perhatikan. Allah Ta’ala telah menurunkan perintah hijab kepada setiap wanita mukminah. Maka itu berarti bahwa hanya wanita-wanita yang memiliki iman yang ridha mengerjakan perintah ini. Adakah engkau tidak termasuk ke dalam golongan wanita mukminah? Ingatlah saudariku, bahwa sesungguhnya keadaanmu yang tidak berjilbab namun masih mengerjakan amalan-amalan lain, adalah seperti orang yang membawa satu kendi penuh dengan kebaikan a
kan tetapi kendi itu berlubang, karena engkau tidak berjilbab. Janganlah engkau sia-siakan amal shalihmu disebabkan orang-orang yang dengan bebas di setiap tempat memandangi dirimu yang tidak mengenakan jilbab. Silakan engkau bandingkan jumlah lelaki yang bukan mahram yang melihatmu tanpa jilbab setiap hari dengan jumlah pahala yang engkau peroleh, adakah sama banyaknya?
2. “Iman kan letaknya di hati. Dan yang tahu hati seseorang hanya aku dan Allah.”
Duhai saudariku…Tahukah engkau bahwa sahnya iman seseorang itu terwujud dengan tiga hal, yakni meyakini sepenuhnya dengan hati, menyebutnya dengan lisan, dan melakukannya dengan perbuatan? Seseorang yang beramal hanya sebatas perbuatan dan lisan, tanpa disertai dengan keyakinan penuh dalam hatinya, maka dia termasuk ke dalam golongan orang munafik. Sementara seseorang yang beriman hanya dengan hatinya, tanpa direalisasikan dengan amal perbuatan yang nyata, maka dia termasuk kepada golongan orang fasik. Keduanya bukanlah bagian dari golongan orang mukmin. Karena seorang mukmin tidak hanya meyakini dengan hati, tetapi dia juga merealisasikan apa yang diyakininya melalui lisan dan amal perbuatan. Dan jika engkau telah mengimani perintah jilbab dengan hatimu dan engkau juga telah mengakuinya dengan lisanmu, maka sempurnakanlah keyakinanmu itu dengan bersegera mengamalkan perintah jilbab.
3. “Aku kan masih muda…”
Saudariku tercinta… Engkau berkata bahwa usiamu masih belia sehingga menahanmu dari mengenakan jilbab, dapatkah engkau menjamin bahwa esok masih untuk dirimu? Apakah engkau telah mengetahui jatah hidupmu di dunia, sehingga engkau berkata bahwa engkau masih muda dan masih memiliki waktu yang panjang? Belumkah engkau baca firman Allah ‘Azza wa Jalla yang artinya, “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, jika kamu sesungguhnya mengetahui.” (Qs. Al-Mu’minuun: 114) “Pada hari mereka melihat adzab yang diancam kepada mereka, (mereka merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) waktu pelajaran yang cukup.” (Qs. Al-Ahqaaf: 35) Tidakkah engkau perhatikan tetanggamu atau teman karibmu yang seusia denganmu atau di bawah usiamu telah menemui Malaikat Maut karena perintah Allah ‘Azza wa Jalla? Tidakkah juga engkau perhatikan si fulanah yang kemarin masih baik-baik saja, tiba-tiba menemui ajalnya dan menjadi mayat hari ini? Tidakkah semua itu menjadi peringatan bagimu, bahwa kematian tidak hanya mengetuk pintu orang yang sekarat atau pun orang yang lanjut usia? Dan Malaikat Maut tidak akan memberimu penangguhan waktu barang sedetik pun, ketika ajalmu sudah sampai. Setiap hari berlalu sementara akhiratmu bertambah dekat dan dunia bertambah jauh. Bekal apa yang telah engkau siapkan untuk hidup sesudah mati? Ketahuilah saudariku, kematian itu datangnya lebih cepat dari detak jantungmu yang berikutnya. Jadi cepatlah, jangan sampai terlambat…
4. “Jilbab bikin rambutku jadi rontok…”
Sepertinya engkau belum mengetahui fakta terbaru mengenai ‘canggih’nya jilbab. Dr. Muhammad Nidaa berkata dalam Al-Hijaab wa Ta’tsiruuha ‘Ala Shihhah wa Salamatus Sya’ri tentang pengaruh jilbab terhadap kesehatan dan keselamatan rambut, “Jilbab dapat melindungi rambut. Penelitian dan percobaan telah membuktikan bahwa perubahan cuaca dan cahaya matahari langsung akan menyebabkan hilangnya kecantikan rambut dan pudarnya warna rambut. Sehingga rambut menjadi kasar dan berwarna kusam. Sebagaimana juga udara luar (oksigen) dan hawa tidaklah berperan dalam pertumbuhan rambut. Karena bagian rambut yang terlihat di atas kepala yang dikenal dengan sebutan batang rambut tidak lain adalah sel-sel kornea (yang tidak memiliki kehidupan). Ia akan terus memanjang berbagi sama rata dengan rambut yang ada di dalam kulit. Bagian yang aktif inilah yang menyebabkan rambut bertambah panjang dengan ukuran sekian millimeter setiap hari. Ia mendapatkan suplai makanan dari sel-sel darah dalam kulit. Dari sana dapat kita katakan bahwa kesehatan rambut bergantung pada kesehatan tubuh secara umum. Bahwa apa saja yang mempengaruhi kesehatan tubuh, berupa sakit atau kekurangan gizi akan menyebabkan lemahnya rambut. Dan dalam kondisi mengenakan jilbab, rambut harus dicuci dengan sabun atau shampo dua atau tiga kali dalam sepekan, menurut kadar lemak pada kulit kepala. Maksudnya apabila kulit kepala berminyak, maka hendaklah mencuci rambut tiga kali dalam sepekan. Jika tidak maka cukup mencucinya dua kali dalam sepekan. Jangan sampai kurang dari kadar ini dalam kondisi apapun. Karena sesudah tiga hari, minyak pada kulit kepala akan berubah menjadi asam dan hal itu akan menyebabkan patahnya batang rambut, dan rambut pun akan rontok.” (Terj. Banaatunaa wal Hijab hal. 66-67)
5. “Kalau aku pakai jilbab, nanti tidak ada laki-laki yang mau menikah denganku. Jadi, aku pakai jilbabnya nanti saja, sesudah menikah.”
Wahai saudariku… Tahukah engkau siapakah lelaki yang datang meminangmu itu, sementara engkau masih belum berjilbab? Dia adalah lelaki dayyuts, yang tidak memiliki perasaan cemburu melihatmu mengobral aurat sembarangan. Bagaimana engkau bisa berpendapat bahwa setelah menikah nanti, suamimu itu akan ridha membiarkanmu mengulur jilbab dan menutup aurat, sementara sebelum pernikahan itu terjadi dia masih santai saja mendapati dirimu tampil dengan pakaian ala kadarnya? Jika benar dia mencintai dirimu, maka seharusnya dia memiliki perasaan cemburu ketika melihat auratmu terbuka barang sejengkal saja. Dia akan menjaga dirimu dari pandangan liar lelaki hidung belang yang berkeliaran di luar sana. Dia akan lebih memilih dirimu yang berjilbab daripada dirimu yang tanpa jilbab. Inilah yang dinamakan pembuktian cinta yang hakiki! Maka, jika datang seorang lelaki yang meminangmu dan ridha atas keadaanmu yang masih belum berjilbab, waspadalah. Jangan-jangan dia adalah lelaki dayyuts yang menjadi calon penghuni Neraka. Sekarang pikirkanlah olehmu saudariku, kemanakah bahtera rumah tanggamu akan bermuara apabila nahkodanya adalah calon penghuni Neraka?
6. “Pakai jilbab itu ribet dan mengganggu pekerjaan. Bisa-bisa nanti aku dipecat dari pekerjaan.”
Saudariku… Islam tidak pernah membatasi ruang gerak seseorang selama hal tersebut tidak mengandung kemaksiatan kepada Allah. Akan tetapi, Islam membatasi segala hal yang dapat membahayakan seorang wanita dalam melakukan aktivitasnya baik dari sisi dunia maupun dari sisi akhiratnya. Jilbab yang menjadi salah satu syari’at Islam adalah sebuah penghargaan sekaligus perlindungan bagi kaum wanita, terutama jika dia hendak melakukan aktivitas di luar rumahnya. Maka dengan perginya engkau untuk bekerja di luar rumah tanpa jilbab justru akan mendatangkan petaka yang seharusnya dapat engkau hindari. Alih-alih mempertahankan pekerjaan, engkau malah menggadaikan kehormatan dan harga dirimu demi setumpuk materi. Tahukah engkau saudariku, siapa yang memberimu rizki? Bukankah Allah -Rabb yang berada di atas ‘Arsy-Nya- yang memerintahkan para malaikat untuk membagikan rizki kepada setiap hamba tanpa ada yang dikurangi barang sedikitpun? Mengapa engkau lebih mengkhawatirkan atasanmu yang juga rizkinya bergantung kepada kemurahan Allah? Apakah jika engkau lebih memilih untuk tetap tidak berjilbab, maka atasanmu itu akan menjamin dirimu menjadi calon penghuni Surga? Ataukah Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menurunkan perintah ini kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang akan mengadzabmu akibat kedurhakaanmu itu? Pikirkanlah saudariku… Pikirkanlah hal ini baik-baik!
7. “Jilbab itu bikin gerah, dan aku tidak kuat kepanasan.”
Saudariku… Panas mentari yang engkau rasakan di dalam dunia ini tidak sebanding dengan panasnya Neraka yang akan kau terima kelak, jika engkau masih belum mau untuk berjilbab. Sungguh, dia tidak sebanding. Apakah engkau belum mendengar firman Allah yang berbunyi, “Katakanlah: ‘(Api) Neraka Jahannam itu lebih sangat panas. Jika mereka mengetahui.’” (Qs. At-Taubah: 81) Dan sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Sesungguhnya api Neraka Jahannam itu dilebihkan panasnya (dari panas api di bumi sebesar) enam puluh sembilan kali lipat (bagian).” [Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2843) dan Ahmad (no. 8132). Lihat juga Shahih Al-Jaami' (no. 6742), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu] Manakah yang lebih sanggup engkau bersabar darinya, panasnya matahari di bumi ataukah panasnya Neraka di akhirat nanti? Tentu engkau bisa menimbangnya sendiri… 
8. “Jilbab itu pilihan. Siapa yang mau pakai jilbab silakan, yang belum mau juga gak apa-apa. Yang penting akhlaknya saja benar.” 
Duhai saudariku… Sepertinya engkau belum tahu apa yang dimaksud dengan akhlak mulia itu. Engkau menafikan jilbab dari cakupan akhlak mulia, padahal sudah jelas bahwa jilbab adalah salah satu bentuk perwujudan akhlak mulia. Jika tidak, maka Allah tidak akan memerintahkan kita untuk berjilbab, karena dia tidak termasuk ke dalam akhlak mulia. Pikirkanlah olehmu baik-baik, adakah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berakhlak buruk? Atau adakah Allah mengadakan suatu ketentuan yang tidak termasuk dalam kebaikan dan mengandung manfaat yang sangat besar? Jika engkau menjawab tidak ada, maka dengan demikian engkau telah membantah pendapatmu sendiri dan engkau telah setuju bahwa jilbab termasuk ke dalam sekian banyak akhlak mulia yang harus kita koleksi satu persatu. Bukankah demikian? Ketahuilah olehmu, keputusanmu untuk tidak mengenakan jilbab akan membuat Rabb-mu menjadi cemburu, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya, “Sesungguhnya Allah itu cemburu dan seorang Mukmin juga cemburu. Adapun cemburunya Allah disebabkan oleh seorang hamba yang mengerjakan perkara yang diharamkan oleh-Nya.” [Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 4925) dan Muslim (no. 2761)] 
9. “Sepertinya Allah belum memberiku hidayah untuk segera berjilbab.” 
Saudariku… Hidayah Allah tidak akan datang begitu saja, tanpa engkau melakukan apa-apa. Engkau harus menjalankan sunnatullah, yakni dengan mencari sebab-sebab datangnya hidayah tersebut. Ketahuilah bahwa hidayah itu terbagi menjadi dua, yaitu hidayatul bayan dan hidayatut taufiq. Hidayatul bayan adalah bimbingan atau petunjuk kepada kebenaran, dan di dalamnya terdapat campur tangan manusia. Adapun hidayatut taufiq adalah sepenuhnya hak Allah. Dia merupakan peneguhan, penjagaan, dan pertolongan yang diberikan Allah kepada hati seseorang agar tetap dalam kebenaran. Dan hidayah ini akan datang setelah hidayatul bayan dilakukan. Janganlah engkau jual kebahagiaanmu yang abadi dalam Surga kelak dengan dunia yang fana ini. Buanglah jauh-jauh perasaan was-wasmu itu. Tempuhlah usaha itu dengan berjilbab, sementara hatimu terus berdo’a kepada-Nya, “Allahummahdini wa saddidni. Allahumma tsabit qolbi ‘ala dinik (Yaa Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah diriku. Yaa Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu).” di share ulang dari :muslimah.or.id

kitab TADZKIRAH… dan keSESATan di dalamnya

Bismillaah, wash-shollaatu was salaamu alaa Rosulillah, wa’alaa aalihii washohbihii wa man waalaah…
Kitab Tadzkiroh
Dalam tulisan ini, kami akan paparkan ajaran-ajaran ahmadiyah dari kitab mereka sendiri, Tadzkiroh, kitab yang dianggap memuat wahyu-wahyu suci, yang diturunkan oleh Alloh subhanahu wata’ala kepada si nabi palsu, Mirza Ghulam Ahmad (MGA).
Kami, tidak akan berbicara panjang lebar dalam tulisan ini, karena tujuan kami hanyalah untuk memuat fakta yang ada dalam kitab tadzkiroh tersebut. Kami hanya akan menyebutkan akidah mereka, dengan disertai rujukan dari kitab tadzkiroh tersebut. Semoga dengan ini, kita bisa menyingkap tabir yang selama ini menutupi hakekat yang ada.
Yang mendorong kami menulis artikel ini adalah firman Alloh ta’ala

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: tetaplah memberikan peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu akan selalu memberikan manfaat bagi orang mukmin. (adz-Dzariyat: 55)
Begitu pula sabda Rosululloh –shollallohu alaihi wasallam-:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Artinya: “Agama ini adalah nasehat”. Kami (para sahabat) bertanya: “Untuk siapa (nasehat itu) wahai Rosululloh?”. Rosullulloh menjawab: “Untuk (mengajak ke jalan) Alloh, kitab-Nya, rosul-Nya dan untuk umat islam, baik pemimpin maupun rakyatnya (HR. Bukhori Muslim)
Catatan penting:
Untuk lebih meng-efisien-kan tulisan, selanjutnya nama Mirza Gulam Ahmad kami singkat menjadi (MGA)
Ayat yang nomor halamannya lebih dari satu, menunjukkan bahwa ayat dengan redaksi yang sama, terdapat pada halaman-halaman tersebut.
Berikut ini, kami paparkan sebagian Akidah Ahmadiyah dari kitabnya langsung, yakni Kitab Tadzkiroh:
.
1. MGA MENDAPAT WAHYU, LANGSUNG DARI ALLOH.
Hal ini diungkapkan dengan jelas dalam Tadzkiroh hal: 43

وخاطبني ربي, وقال: يا أحمد, بارك الله فيك

Dan tuhanku berbicara langsung kepadaku (MGA), Dia berkata: “Wahai Ahmad (MGA), Alloh telah memberkahimu.
.
2. MGA ADALAH SEORANG ROSUL UTUSAN ALLOH
Ini adalah hakekat yang tak mungkin dielakkan, bahwa berdasarkan wahyu di dalam Tadzkiroh, MGA adalah seorang Rosul setelah Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam,  dan hal ini sangat bertentangan dengan Aquran, Surat al-Ahzab: 40, begitu pula bertentangan dengan banyak hadits yang menerangkan tidak adanya kenabian setelah wafatnya Rosululloh shollallohu alaihi wasallam, bahkan beliau menjuluki mereka yang mengaku nabi atau rosul sepeninggal beliau dengan julukan Dajjal. (lihat HR. Bukhori, no: 3609, dan HR. Muslim, no: 157)
lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh hal: 496

يا أحمد, جعلت مرسلا

Wahai ahmad (MGA), kamu telah dijadikan sebagai seorang Rosul
.
3. RAHMAT ALLOH TELAH MEMENUHI KEDUA BIBIR MGA
Di dalam Tadzkiroh firman yang menerangkan hal ini diulang-ulang di beberapa tempat, sebagai contoh, coba anda merujuk Kitab Tadzkiroh pada halaman berikut ini: 50, 98, 322, 366, dan  394-395. Bunyi ayat tersebut adalah:

يا احمد, فاضت الرحمة على شفتيك

Wahai Ahmad (MGA), Rahmat Alloh telah memenuhi kedua bibirmu.
.
4. ORANG YANG MENGINGKARI AJARAN MGA ADALAH KAFIR DAN TERLAKNAT.
Mereka menyerukan kerukunan kepada kaum muslimin, tapi ironisnya kitab tadzkiroh menganggap kaum muslimin yang tidak sependapat dengan mereka sebagai orang kafir dan terlaknat.
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 749

أنت إمام مبارك لعنة الله على الذي كفر (-) أنت إمام مبارك لعنة الله على الذي كفر (-) أنت إمام مبارك لعنة الله على الذي كفر

(-) Kamu (MGA) adalah pemimpin yang diberkahi, LAKNAT ALLOH ATAS ORANG YANG KAFIR (mengingkarimu) (-) Kamu (MGA) adalah pemimpin yang diberkahi, LAKNAT ALLOH ATAS ORANG YANG KAFIR (mengingkarimu) (-) Kamu (MGA) adalah pemimpin yang diberkahi, LAKNAT ALLOH ATAS ORANG YANG KAFIR (mengingkarimu)
.
5. NAMA ALLOH TIDAK SEMPURNA SEDANG NAMA MGA SEMPURNA.
Sungguh yang benar, adalah sebaliknya. Nama Alloh Jauh lebih sempurna, dan tidak ada bandingannya dengan nama makhluk-Nya. Penulis sangat heran, dan benar-benar heran, apakah akidah seperti ini, masih pantas dianut dan dibela?!!
Firman ini ada diulang-ulang dalam Kitab Tadzkiroh, silahkan merujuknya ke hal: 51, 245, dan 366. Ayat tersebut berbunyi:

يا أحمد، يتم إسمك ولا يتم إسمي

Wahai Ahmad (MGA), namamu sempurna, sedang nama-Ku tidak sempurna
.
6. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA, SEBAGAIMANA POSISI NABI ADAM alaihissalam
Kami mengatakan demikian karena ke-sembrono-an MGA yang menjiplak ayat suci al-Qur’an yang ditujukan kepada Nabi Adam alaihissalam, kemudian mengganti nama Nabi Adam dengan namanya sendiri. Itulah maksud perkataan kami bahwa: “MGA memposisikan dirinya, sebagaimana posisi Nabi Adam”. Anda bisa merujuk ayat  tersebut dalam kita tadzkiroh halaman berikut ini: 72, 368, 396, dan 628. Bunyi ayat tersebut adalah:

يا أحمد, اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ

Wahai Ahmad (MGA), tinggallah kamu dan isterimu di surga ini!

Di dalam kitab suci Alquran, ayat ini adalah perintah untuk Nabi Adam alaihissalam, tapi redaksi “Wahai (Nabi) Adam” dirubah oleh MGA menjadi “Wahai Ahmad (MGA)”.(Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-baqoroh: 35 dan Al-a’rof 19)
.
7. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA, SEBAGAIMANA POSISI NABI NUH alaihissalam
Tindakan MGA ini sama dengan sebelumnya, hanya berbeda nama nabi yang dirubahnya, kali ini ia merubah arah sasaran ayat yang semula untuk Nabi Nuhalaihissalam, ia rubah sehingga mengarah kepada dirinya sendiri. Anda bisa merujuknya ke Kitab Tadzkiroh halaman: 379, dan inilah bunyi ayat dalam tadzkiroh tersebut:

وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا

Dan buatlah bahtera itu (Wahai MGA) dengan pengawasan dan petunjuk wahyu kami
Di dalam kitab suci Alquran, ayat ini adalah perintah untuk Nabi Nuh alaihissalam, tapi oleh MGA arah sasaran ayat ini dibelokkan, sehingga menjadi perintah untuk dirinya, padahal situasinya sangat berbeda, Nabi Nuh membuat bahtera disebabkan akan adanya banjir bandang yang menenggelamkan bumi. Sedangkan MGA….???(Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Hud: 37 dan Al-mukminun: 27)
.
8. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA, SEBAGAIMANA POSISI NABI IBROHIMalaihissalam.
Ia juga ingin memposisikan dirinya sebagai Nabi Ibrohim alaihissalam, lihatlah kitab tadzkiroh halaman: 279, 366, dan 629. Bunyi ayat tadzkiroh tersebut adalah sebagai berikut:

إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا

Sesungguhnya aku menjadikan engkau (MGA) sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.
Di dalam kitab suci Alquran, sasaran ayat ini adalah Nabi Ibrohim alaihissalam, tapi oleh MGA sasaran ayatnya diselewengkan, sehingga mengarah kepada dirinya sendiri. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat  Al-baqoroh: 124)
.
9. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA, SEBAGAIMANA POSISI NABI MUSA alaihissalam.
Kedudukan Nabi Musa juga tidak luput dari jamahannya, firman Alloh ta’ala yang ditujukan kepada Nabi Musa alaihissalam, ia rubah menjadi tertuju kepadanya. Lihatlah dalam Tadzkiroh halaman: 277

أَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي

Aku telah melimpahkan kepada engkau (MGA) kasih sayang yang datang dari-Ku
Di dalam kitab suci Alquran, sasaran ayat ini adalah Nabi Musa alaihissalam, tapi oleh MGA, arah sasarannya dirubah, sehingga mengarah kepada dirinya. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat  Thoha: 39)
.
10. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA, SEBAGAIMANA POSISI NABI ISA alaihissalam
Kepada Nabi Isa alaihissalam, ia juga melakukan hal yang sama, memposisikan dirinya sebagai Nabi Isa alaihissalam, bahkan dalam sebuah ayat ia mengaku sebagai al-Masih putra Maryam alaihissalam. Silahkan merujuk ke Kitab Tadzkiroh halaman: 62, 98, 519, 569

إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ، وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Sesungguhnya aku mewafatkanmu (MGA), dan mengangkat kamu kepada-Ku, serta menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang kafir sampai hari kiamat
Di dalam kitab suci Alquran, sasaran ayat ini adalah Nabi Isa alaihissalam, tapi oleh MGA dibelokkan, sehingga mengarah kepada dirinya. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat  Ali Imron: 55)
.
Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 98

وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

(MGA) Sebagai orang terkemuka di dunia dan di akhirat serta termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Alloh)
Ayat ini sebenarnya adalah untuk Nabi Isa alaihissalam, tapi si nabi palsu tersebut mengarahkannya kepada dirinya (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat  Ali Imron: 45)
.
Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 496, 569

الحمد لله الذي جعلك المسيح ابن مريم

Segala puji bagi Alloh yang telah menjadikanmu (MGA) sebagai al-Masih putra Maryam
.
Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 519

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ للمسيح الموعود

Sesungguhnya Kami menurunkannya (Tadzkiroh) untuk al-Masih yang ditunggu-tunggu (MGA)
.
11. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA,  SEBAGAIMANA POSISI NABI MUHAMMADshollallohu alaihi wasallam
Nabi Muhammad adalah Rosul yang paling utama, oleh karenanya MGA paling banyak memposisikan dirinya sebagai Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam-.
lihatlah sebagai contoh, ayat-ayat dalam Tadzkiroh berikut ini pada halaman: 62, 81, 224, 277, 378, 495, 360

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

Katakanlah (MGA)! “Jika kalian (benar-benar) mencintai Alloh, maka ikutilah aku! niscaya Alloh mencintai kalian”
Di dalam kitab suci Alquran, Ayat ini tidak lain adalah perintah kepada Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi MGA menjiplaknya, dan mengarahkannya kepada dirinya (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat  Ali Imron: 31)
.
Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 83, 396

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tidaklah kami mengutusmu (MGA) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam
Di dalam kitab suci Alquran, Ayat ini merupakan keistimewaan untuk Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi  MGA menodai keistimewaan itu, dan menjadikan dirinya seperti Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam(Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat  Al-anbiya’: 107)
.
Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 97

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

Muhammad (yakni MGA) itu adalah utusan Alloh, dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang kepada sesama mereka.
Subhanalloh… bahkan ayat yang nyata-nyata menyebut nama Muhammad pun diselewengkan oleh MGA, dan mengatakan bahwa yang dimaksud Muhammad adalah dirinya (MGA) (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat  Al-fath: 29)
.
Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 98

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu (MGA) nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena tuhanmu dan berkorbanlah!
Di dalam ayat suci Alquran, Ulama Islam sepakat, bahwa sasaran ayat ini adalah Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi oleh MGA dibelokkan, sehingga mengarah kepada dirinya. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-kautsar: 1-2)
.
Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 98

وَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ – الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ – وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

Kami telah menghilangkan beban darimu (MGA) yang memberatkan punggungmu, dan kami pun telah meninggikan bagimu (MGA) sebutan (nama) mu
Di dalam kitab suci Alquran, firman ini adalah untuk Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi oleh MGA ayat ini  dinodai, dengan merubah sasaran ayat ini mengarah kepada dirinya. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-insyiroh: 2-4)
.
Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 372

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ

Katakanlah (MGA), “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya sesembahan kalian adalah sesembahan yang maha esa.”
Naudzubillah minal khudzlan… akibat tindakan menodai ayat suci Alquran ini, si MGA dengan PD-nya mengalamatkan ayat ini kepada dirinya, padahal di dalam kitab suci alquran, ayat ini adalah perintah untuk Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-kahfi: 110 dan Fush-shilat: 6)
.
Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 379

الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ، يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ

Orang-orang yang berjanji setia kepadamu (MGA), sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Alloh, Tangan Alloh di atas tangan mereka.
Di dalam Alquran, ayat ini adalah untuk Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi MGA mengarahkannya kepada dirinya. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-fath: 10)
.
Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 495

إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ

Sesungguhnya Kami memeliharamu (MGA), dari mereka yang mencaci-makimu
Ayat ini dalam Alquran adalah untuk Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi MGA menyematkannya untuk dirinya sendiri. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-hijr: 95)
.
12. MEMPOSISIKAN TADZKIROH, SEBAGAIMANA POSISI ALQUR’AN
Inilah yang menjadi sebab utama, kenapa kaum muslimin mengatakan bahwa Tadzkiroh adalah kitab suci kaum Ahmadiyah. Meskipun banyak diantara mereka (kaum Ahmadiyah) tidak mengatakan bahwa Tadzkiroh adalah kitab suci, tapi kenyataan yang ada dalam wahyu-wahyu Tadzkiroh menunjukkan, bahwa MGA menganggap Tadzkiroh setara dengan Alquran, sebagaimana Alquran adalah kitab suci, Tadzkiroh juga kitab suci. Diantara bukti yang mendukung kesimpulan kami ini adalah, banyaknya wahyu-wahyu di dalam Tadzkiroh, yang mensejajarkan antara Tadzkiroh dengan Alquran. Coba anda perhatikan wahyu-wahyu dalam Tadzkiroh berikut ini:
Tadzkiroh, halaman: 76, 278, 377, 637, dan 369

وَبِالْحَقِّ أَنْزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ

Dan Kami telah  menurunkan (Tadzkiroh) ini dengan sebenarnya, dan (Tadzkiroh) ini turun dengan membawa kebenaran.
Di dalam kitab suci Alquran, sasaran ayat ini adalah kitab suci Alquran, tapi oleh MGA, arah sasaran ayat tersebut dibelokkan, sehingga mengarah kepada Tadzkiroh.(Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-isro’: 105)
.
Tadzkiroh, halaman: 122, 382

لَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافًا كَثِيرًا

Sekiranya ia (Tadzkiroh) itu bukan dari sisi Alloh, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.
Ayat ini, dalam kitab suci Alquran, adalah merupakan keistimewaan Alquran, inilah diantara bentuk mukjizat Alquran yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab suci lain. Tapi ternyata keistimewaan itu dinodai oleh ulah MGA, dengan menjadikan Tadzkiroh-nya sejajar dengan Alquran, sebagaimana Alquran tidak ada pertentangan di dalamnya, begitu pula Tadzkiroh!!! Padahal sesungguhnya perbedaan antara keduanya, bagaikan perbedaan antara langit dan bumi… (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat An-nisa’: 82)
.
Tadzkiroh, halaman: 254

إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا أيدنا عَبْدَنَا فَأْتُوابكتاب مِنْ مِثْلِهِ

Jika kalian (tetap) meragukan apa yang kami kuatkan hamba kami (MGA) dengannya (Tadzkiroh), maka buatlah satu kitab (saja) yang menyamainya.
Subhanalloh… lihatlah ayat ini… bandingkan dengan ayat yang ada dalam Alquran,surat Albaqoroh, ayat: 23. Kalau saja MGA tidak mengakui Tadzkiroh-nya sebagai kitab suci, mengapa dia mendatangkan ayat-ayat yang sebenarnya ditujukan kepada Alquran, kemudian ia rubah menjadi tertuju kepada Tadzkiroh???!
.
Tadzkiroh, halaman: 523, 609

إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نزّلنا على عَبْدِنَا فَأْتُوا بشِفاءٍ مِنْ مِثْلِهِ

Jika kalian (tetap) meragukan apa yang kami turunkan kepada hamba kami (MGA, yakni Tadzkiroh), maka buatlah satu obat (saja) yang menyamainya
Ayat ini, mirip dengan ayat sebelumnya, cuma ada sedikit perbedaan redaksi. Lihat ayat ini dalam Alquran surat Albaqoroh: 23, dan nilailah sendiri bagaimana MGA dengan beraninya, menjadikan Tadzkiroh-nya menduduki posisi Alquran.
.
Tadzkiroh, halaman:  519, 564,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Tadzkiroh)  di malam lailatul qodar
La haula wala quwwata illa billah… penulis yakin jarang sekali kaum muslimin yang tidak hafal ayat ini, dan mereka pun tahu bahwa maksud ayat ini dalam kitab suci Alquran adalah Alquran itu sendiri, tapi lagi-lagi MGA mengarahkannya kepada kitab Tadzkiroh-nya. Sungguh tindakan yang sangat jauh di luar batas kewajaran. (Lihat ayat ini dalam Alquran, surat Alqodar, ayat:1)
.
Tadzkiroh, halaman: 595, 709

تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ

Inilah ayat-ayat kitab (Tadzkiroh) yang jelas (makna dan lafalnya)
Di dalam Aquran sasaran Ayat ini adalah Alquran, tapi si nabi palsu MGA, menggubahnya dengan mengarahkannya ke kitab Tadzkiroh-nya. Apakah setelah mengetahui ini semua, masih ada yang ragu mengatakan bahwa menurut MGA, Tadzkiroh itu seperti Alquran, yakni kitab suci???! Memang penjahat tidak akan mengakui kejahatannya, walaupun banyak fakta yang telah membuktikan kejahatannya… (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat  Yusuf: 1, Asy-syu’aro: 2 dan Al-qoshosh: 2)
.
13. ALLOH MEMILIKI BANYAK ANAK, DAN DIA MEMPOSISIKAN MGA SEPERTI ANAK-ANAKNYA.
Mulai poin ke-13 ini, komentar kami serahkan kepada para pembaca, tidak lain tujuan kami adalah, agar tulisan ini tidak menjadi semakin panjang, juga agar anda lebih bisa menghayati sendiri kesesatan nyata yang ada di dalamnya.
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 436

أنت مني بمنزلة أولادي

Kamu (MGA) di sisi-Ku memiliki kedudukan seperti anak-anak-Ku
.
14. MGA ADALAH TUJUAN ALLOH
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 83, 224, 242, 279, 293, 366, 394, 496, 569, 629

يا أحمدي, أنت مرادي

Wahai ahmad-Ku (MGA), engkau adalah tujuan-Ku
.
15. ALLOH MENYEMATKAN KEMULIAAN MGA DENGAN TANGAN-NYA SENDIRI.
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 83, 242, 366, 394-395

غرست كرامتك بيدي

Aku telah menyematkan kemulianmu (MGA) dengan tangan-Ku sendiri
.
16. RAHASIA MGA ADALAH RAHASIA ALLOH juga
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 98, 394, 496, 629

سرك سري

Rahasiamu (MGA) adalah rahasia-Ku (juga)
.
17. ISTRI MGA DAN KERABATNYA, TERMASUK KELUARGANYA ALLOH
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 138

اعلم أن زوجة أحمد وأقاربها كانوا من عشيرتي

Ketahuilah, bahwa isteri ahmad (MGA) dan kerabat-kerabat dekatnya itu adalah termasuk keluarga-Ku juga.
.
18. MEMILIH MGA SEBAGAI ROSUL, ADALAH KEPERLUAN ALLOH SENDIRI.
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 224, 246, 277, 394-395, 495-496, 569

اخترتك لنفسي

Aku memilihmu untuk diri-Ku
.
19. KEMULIAAN MGA DI SISI ALLOH TIDAK DIKETAHUI OLEH SELURUH MAKHLUK-NYA.
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 246, 396, 495-496, 569

أنت مني بمنزلة لا يعلمها الخلق

Kamu (MGA) di sisi-Ku memiliki kedudukan yang tidak diketahui oleh seluruh makhluk
.
20. ALLOH MENGABULKAN SEMUA DOA MGA
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 294

يا أحمد أجيب كل دعائك إلا في شركائك

Wahai Ahmad (MGA), aku akan mengabulkan setiap permohonan dalam doamu, kecuali dalam hal sekutu-sekutumu
.
21. MGA BERASAL DARI ALLOH, DAN ALLOH BERASAL DARI MGA
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 436

أنت مني وأنا منك

Kamu (MGA) berasal dari-Ku dan Aku berasal darimu.
.
22. JIKA MGA MARAH, ALLOH JUGA MARAH
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 495-496, 569

إذا غضبت غضبت وكلما أحببت أحببت

Apabila engkau (MGA) marah, maka aku pun marah. Dan setiap kali kamu menyayangi (seseorang), maka Aku pun menyayangi (dia)
.
23. ALLOH BERJALAN MENUJU KE ARAH MGA
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 496

يحمدك الله ويمشي إليك

Alloh memujimu (MGA) dan berjalan ke arahmu
.
24. MGA MEMILIKI HAK UNTUK DI TAUHID-KAN DAN DI-ESA-KAN
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 394-395, 495-496, 569

أنت مني بمنزلة توحيدي وتفريدي

Kamu (MGA) di sisi-Ku memiliki kedudukan tauhid-Ku dan keesaan-Ku
.
25. MGA DARI AIRNYA ALLOH
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 496

أنت من ماءنا وهم من فشل

Kamu (MGA) berasal dari air Kami, sedangkan mereka dari sesuatu yang gagal
.
26. ALLOH MELEBIHKAN MGA, DI ATAS SEGALA SESUATU.
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 569

أثرك الله على كل شيء

Alloh telah melebihkan kamu (MGA) di atas segala sesuatu
.
27. GARIS KETURUNAN NENEK MOYANG MGA PUTUS, DAN DIMULAI LAGI DARI MGA
Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 277

ينقطع آباءك ويبدأ منك

(Garis keturunan) nenek moyangmu (MGA) terputus dan dimulai (lagi) darimu.
.
Demikian… artikel ini kami buat… mudah-mudahan memberikan manfaat bagi para pembaca yang budiman, amin… Harapan penulis dari tulisan ini adalah terbukanya wawasan masyarakat muslim, agar mereka mengetahui isi ajaran yang diemban oleh Kitab Tadzkiroh-nya kaum Ahmadiyah, sehingga menjadi semakin jelas perbedaan antara Ajaran Islam dan Ajaran Tadzkiroh… bukan maksud kami memecah belah umat, tapi justru sebaliknya, maksud kami dari tulisan ini adalah menyatukan umat pada akidah dan agama yang sama…
Sekian dari kami… wassalam…